Wednesday, March 1, 2017

Manfaat pare yang dapat menyembuhkan penyakit kanker

Banyak orang tak suka pare karena pahit. Padahal sayuran sangat kaya khasiat sehat.


Sayuran berwarna hijau yang kerap disebut pare atau paria ini, merupakan jenis tumbuhan merambat yang dapat menurunkan risiko terserang penyakit serius. Seperti kanker dan diabetes.

Dilansir dari NaturalHealth365 (20/02/17), banyak para ahli serta ilmuwan dari negara barat yang terus meneliti khasiat dari sayuran asal Asia. Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pare memiliki potensi untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit mematikan seperti kanker.

1. Pare merupakan makanan obat




Pare dikenal sebagai labu pahit, yang mengandung antioksidan tinggi dan anti-inflamasi. Pare telah digunakan selama berabad-abad sebagai makanan bergizi maupun sebagai obat herbal penting dalam pengobatan tradisional di China. Bahkan, Li Shizen, dokter dari abad keenam belas yang legendaris di China mengatakan bahwa pare memiliki efek penyembuhan yang efektif.

2. Khasiat pare menyaingi kemoterapi dalam menghambat kanker

Sebuah studi baru pada hewan yang dilakukan oleh para peneliti di University of Colorado Cancer Center, menunjukkan bahwa mengonsumsi jus pare secara rutin dapat menekan pertumbuhan tumor pankreas pada tikus.
Tikus diberi pare kering dengan dosis 5mg sehari, dan perkembangannya menunjukkan bahwa pertumbuhan tumor turun 64% lebih kecil dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak diobati.
Bahkan pare lebih efektif daripada obat kemoterapi yang umum digunakan dalam penelitian serup, yang hanya mengurangi ukuran tumor pankreas sebesar 52%.

3. Pare membasmi pertumbuhan sel-sel kanker

Para peneliti melaporkan bahwa kandungan konstituen dalam pare, mencakup triterpenoid disebut charantin, mengaftikan enzim yang disebut AMPK. Sel tersebut menganggu metabolisme sel-sel kanker dan merampas glukosa yang dibutuhkan sel kanker untuk bertahan hidup.
Pare tidak hanya menyebabkan apoptosis atau kematian sel pada kanker, tapi juga dapat menghentikan penyebaran serta mencegah sel kanker tumbuh lagi dikemudian hari. Pare terbukti dapat membasmi pertumbuhan sel kanker prostat, usus, hati, perut, dan lainnya.

4. Pare dapat membantu meringankan penyakit diabetes

Penelitian yang luas telah mengkonfirmasi efek kuat dari pare sebagai penurun kadar gula dalam darah, pare melawan diabetes dalam berbagai cara. penelitian telah menunjukan bahwa pare dapat meningkatkan ambilan glukosa, meningkatkan toleransi glukosa, dan merangsang sekresi insulin.

5. Efek penurunan gula darah dalam tubuh

Ekstensif penelitian klinis pada hewan dan sel telah menunjukan bahwa pare memiliki efek untuk menurunkan gula darah. Sebuah uju klinis yang diterbitkan melalui Journal of Ethnopharmacology menunjukan bahwa mengkonsumsi 200mg pare perhari dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara tajam pada subyek yang baru saja didiagnosis dengan diabetes tipe 2.

6. Cara konsumsi pare

Anda dapat membeli pare yang masih segar. Untuk mengurangi rasa pahit pada pare, olah dengan bahan makanan lain seperti sayuran ringan, yaitu jagung, paprika, dan wortel.
Atau konsumsi suplemen pare dalam bentuk kapsul, pastikan telah mendiskusikan lebih dulu ke dokter terdekat.
Kini penelitian klinis untuk menggali manfaat pare terus dilakukan, tapi satu hal yang pasti bahwa sayuran pahit ini jelas memiliki banyak khasiat untuk tubuh.

Saturday, December 31, 2016

cerita lucu ngakak abis:Gara-gara sarung

Di sebuah desa tinggal sepasang kekasih sukirman dan Markonah sangat sedih, sebab setiap sukirman datang apel selalu menggunakan sarung, maklum di desa.
Akhirnya Markonah mengutarakan kesedihannya, “Mas, kalo
dateng ke rumah jangan pake sarung dong, malu kan sama bapak.”
Akhirnya Sukirman pun menyanggupi, “Iya dech, besok mas mau beli bahan celana.”
Sesudah beli bahan celana, sukirman pergi ke tukang jahit untuk
menjahitkan bahan celananya.
Pada hari yang dijanjikan, Sukirman kembali ke tukang jahit untuk mengambil celana yang sudah jadi. tukang jahit berkata, “Mas…, celananya sudah jadi. Masih ada sisa bahan 1/2 meter lagi. Dibawa pulang aja.”
Sukirman sangat senang, jadi juga celananya. Dia pulang, dan
sore harinya langsung apel ke rumah Markonah untuk pamer celana barunya. Dia gunakan celana itu. Tapi karena kebiasaan, dia juga tetap menggunakan sarungnya (di dobel). Di tengah perjalanan, Sukirman sakit perut.
Karena tidak tahan, akhirnya dia ke WC umum. Segera setelah selesai buang hajat, dia terburu-buru menggunakan sarungnya, dan lupa menggunakan celana barunya. Ketika tiba dirumah Markonah , kekasihnya itu bertanya; “Lho ..Mas, kok masih pake sarung, katanya mau pake celana.”
Dengan cekatan Mukidi mengangkat sarungnya sambil
berkata, “Nih.. lihat, Mas pake celana baru.”
Seketika itu Markonah menjerit, “Ihhhhh… panjang amat…”
Dengan tersenyum bangga sukirman menjawab, “Iya dong …panjang. Di rumah juga masih ada ½ meter lagi.”
Markonah pun pingsan melihat isi dalam sarung mukidi


Taruh pendapat anda di komentar